SantriNews.
Imam Al Ghazali, sebuah nama yang tidak asing di
telinga kaum Muslimin dengan nama asli Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i (1058-1111 M), adalah seorang Filsuf dan Teolog Muslim kelahiran Thus-Persia (Khurasan Iran saat ini), yang dikenal sebagai
Algazel di dunia Barat abad Pertengahan.
Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf.
Memiliki pengaruh dan pemikiran yang telah menyebar ke seantero dunia Islam.
Ironisnya sejarah dan perjalanan hidupnya masih terasa asing. Kebanyakan kaum
muslimin belum mengenalnya.
pada kesempatan kali ini saya tidak akan megulas lebih banyak tentang kehebatan Imam Ghazali, tapi dalam tulisan kali ini mencoba untuk berbagi pengalaman, menelusuri jejak sang Maestro pengarang Magnum Opus Ihya Ulumuddin.
Di mulai dari Indonesi, tepatnya di Citayam, sebuah Kampung yang berada di tanah kekuasaan pemerintahan Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Depok dan Ibukota Jakarta.
Kisah perjalanan ini dimulai karna niat Menuntut Ilmu, bermula saat di bangku kuliah tepatnya di akhir-akhir semester, saya membuat Skripsi menarik mengangkat tema tentang Auliya-Ulama "Thariqoh Alawiyyin, sejaran dan perkembangan di Bumi Nusantara". dan bermuara para pemikiran serta pengaruh para Ulama-Auliya Dunia, termasuk Imam Al-Ghazali Thus.
To the point ajeee...
Perjalanan Spiritual ini di mulai tanggal 30 Oktober 2017, berangkat dari Citayam kampung Halaman tercinta, dengan syekh Ja'far S, tepat pukul 07.00 menuju Bandara Soekarno-Hatta, menempuh 3 jam perjalanan, sampai di sana sekitar jam 10.30, lebih awal jadi bisa rehat, karena Pesawat pukul 13.00 wib.
 |
| Bandara Soekarno-Hatta, Print tiket pesawat Thaiairways Jakarta-Bangkok |
setelah sampai Bandara dengan di antar Keluarga Tercinta, akhirnya tepat pukul 11.30 Masuk Bagasi dan Boarding Pass Plus Cetak Tiket di maskapai, so lanjut keluar lagi untuk pamitan dengan Family tercinta sambil mohon doa restu semoga selama Perjalanan selamat pulang-pergi, dan lancar serta Berkah.
 |
| Bandara Soekarno-Hatta, Boarding pass Imigrasi |
Alhamdulillah masuk cek In Imigrasi, walau ngantri lama, dan lancar ga banyak tanya petugasnya, karena dengan alasan "Mau Ziarah ya mas" tanya petugas Imigrasi bandara!.. jawab "Iya"
tanpa tanya berbelit-belit dan sedikit petugas imigrasi melihat penampilan, mungkin dalam pikirannya "ohh..Santri nih". dengan Cap Stempel di Pasport menandakan selesai Cek Imigrasi dan lanjut ke ruang tunggu Maskapai.
Alhamdulillah dengan modal Peci Nasional yang selalu melekat di kepala selama di perjalanan, washilah bisa lancar di Imigrasi.
 |
| Pesawat yang akan menghantarkan ke Bangkok Thailand |
Masuk ruang tunggu Maskapai, pas masuk waktu Dzuhur, dan bergatian Sholat di ruangan bawah yang tersedia, Sholat Dzuhur Qoshor Jamak Ashar, karena melihat waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bangkok
Bangkok ( Thailand ) - Daerah Khusus Ibukota Jakarta ( Indonesia ) ~
3094 km
(1922 miles) sudah menjadi syarat untuk dilaksanakan.
 |
| Suasana Pesawat menuju Bangkok-Thailand |
Suasana di Maskapai Thaiairways kapasitas 300 penumpang, cukup nyaman dan Aman untuk perjalanan Pesawat yang pernah saya naiki, terlihat banyak warga Indonesia yang berkerudung, mungkin para Pelajar yang menimba ilmu atau Traveling yang menikmati liburan.
 |
| Snack welcoming, terlihat ada label Halalnya, itu yang utama |
 |
| Makan siang ala Thaiairways |
 |
| Teh usai makan siang |
 |
| Alhamdulillah tiba di Bandara Suvarnabhum Bangkok |
Alhamdulillah setelah melewati perjalanan selama 3 jam lebih Jakarta-Thailand, sampai di bandara Suvernabhum melihat jam tepat pukul 16.30 waktu setempat, so pas liat jam yang ada di tangan ternyata waktu Jakarta dengan Bangkok sama.
 |
| Penukaran Uang, di areal Bandara |
 |
| salah satu penampakan Bandara Suvernabhum Bangkok-Thailand |
 |
| Cek in Imigrasi, lumayan ketat |
 |
| Cek Bagasi Bandara Suvernabhum-Bangkok-Thailand |
Komentar
Posting Komentar