SantriNews. (6/2/2018),
 |
| Kota Masyhad 3 KM arah Thus tempat kelahiran Imam Ghazali |
Siapa yang tak kenal dengan Imam Ghazali, beliau adalah Hujjatul Islam yang karya tulisannya lebih dari 300 kitab dengan berbagai macam cabang keilmuan, dari mulai Filsafat; Maqhasid al falasifah (tujuan para filusuf), sebagai karangan yang pertama dan berisi masalah-masalah filsafah. Tahaful al falasifah (kerancuan pemikir para Filsuf) bidang Tasawuf; Miskyat al anwar (lampu yang bersinar) sampai cabnag ilmu fiqih; Tahzib al ushul (elaborasi terhadap ilmu ushul fiqh) dan yang menjadi Magnum Opus yaitu kitab Ihya Ulumuddin (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama). Kitab ini merupakan karyanya
yang terbesar selama beberapa tahun, dalam keadaan berpindah-pindah
antara Damakus, Yerusalem, Hijaz, Dan Thus (Khurasan/Masyhad Iran) yang berisi panduan fiqih,
tasawuf dan filsafat.
 |
| Suasana Perjalanan mencari jejek Imam Ghazali menuju kota Thus |
Imam
Zainuddin al-Iraqi berkata: “Kitab Ihya Ulumuddin adalah termasuk kitab
Islam paling agung dalam mengetahui halal dan haram, menghimpun hukum hakam
zahir, dan mencabutnya kepada rahasia-rahasia yang sangat dalam pemahamannya.
Tidak cukup hanya masalah furu’ dan persoalannya, dan tidak pula membiarkan
mengarungi lebih dalam ke dasar samudera sehingga tidak mampu kembali ke
tepian, akan tetapi beliau mengumpulkan antara ilmu zahir dan ilmu bathin,
menghiasai makna-maknanya dengan sebaik-baik tempatnya.
 |
| Suasana Perjalanan menuju Kota Thus Imam Ghazali |
Berikut ini
enam rahasia puasa menurut Imam al Ghazali yang ditulis dalam kitab
fenomenalnya Ihya’ Ulum ad Din:
 |
| Suasana Terminal menuju Kota Thus |
- Menundukkan
mata dan mencegahnya dari memperluas pandangan ke semua yang di makruhkan,
dan dari apapun yang melalaikan hati untuk berdzikir kepada Allah.
- Menjaga
lisan dari yang tak manfaat, dusta, mengumpat, fitnah, mencela, tengkar,
dan munafik.
- Menahan
telinga dari mendengar hal-hal yang dimakruhkan. Karena semua yang haram
diucapkan, haram pula di dengarkan. Allah menyamakan antara mendengar dan
memakan perkara haram,“sammaa’uuna lil kadzibi akkaaluuna lis suht”
- Mencegah
bagian tubuh yang lain seperti tangan dan kaki dari tindakan-tindakan
dosa, juga mencegah perut dari makan barang syubhat ketika berbuka. Mana
mungkin bermakna, orang berpuasa dari makanan halal lalu berbuka dengan
makanan haram. Ibaratnya seperti orang yang membangun gedung tetapi
menghancurkan kota. Nabi Muhammad pernah bersabda, “Banyak sekali
orang yang berpuasa namun yang ia dapat hanya lapar dan haus. Ia adalah
orang yang berbuka dengan haram. ”Wa qiila, “Ia yang berpuasa lalu
berbuka dengan memakan daging sesama, yaitu dengan ghibah.”
- Tidak
memperbanyak makan ketika berbuka, mengisi perut dan mulut dengan tidak
sewajarnya. Maka, apalah arti puasa jika saat berbuka seseorang mengganti
apa yang hilang ketika waktu siang, yaitu makan. Bahkan, justru ketika
Ramadhan makanan akan lebih beragam. Apa yang tidak dimakan di bulan-bulan
selain Ramadhan malah tersedia saat Ramadhan. Padahal, maksud dan tujuan
puasa ialah mengosongkan perut dan menghancurkan syahwat, supaya diri
menjadi kuat untuk bertaqwa.
- Supaya
hati setelah berbuka bergoncang antara khouf (takut) dan roja’
(mengharap). Karena, ia tidak tahu apakah puasanya diterima dan ia menjadi
orang yang dekat dengan Allah, ataukah puasanya ditolak dan ia menjadi
orang yang dibenci. Dan seperti itulah adanya di seluruh ibadah ketika
selesai dilaksanakan.
 |
| Terminal bus kota menuju kota Thus |
Rahasia-rahasia
yang dipaparkan oleh Imam Ghazali ini bisa kita perhatikan baik-baik, di mana
puasa bukan hanya tentang perut. Puasa adalah berpuasanya seluruh tubuh,
puasanya mata, puasanya kaki, puasanya tangan, puasanya telinga, bahkan hati
pun ikut berpuasa. Puasa tidak hanya dipandang secara syariat antara sah dan
batal. Karena yang puasanya sah hingga tebenam matahari belum tentu diterima
oleh Allah. Melainkan puasa yang menyeluruh dari raga hingga jiwa. Wallahu a’lam bis
shawab.
 |
| Bis malam yang menghantarkan menuju kota Thus |
Tentang Imam
Ghazali
Beliau
adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Ibnu Muhammad al Ghazali, yang lebih
dikenal dengan nama Imam Al Ghazali. Beliau dilahirkan di kota Thos, Khurasan,
negeri Persia, pada tahun 450 Hijriyah. Imam Al Ghazali belajar fiqih pada Ulama
Fiqih Syafi’i yang mashur, yaitu Imamul Haraini Abul Nufa’ali Al Juwaini (w 478
H) di negeri Nisabur, Persia.
(Hakeem_redaksi)
 |
| Suasana kota Masyhad-Thus |
 |
| Santri pencari jejak Imam Ghazali |
 |
| Suasana Kota Masyhad tempat Imam Ghazali menimba Ilmu |
 |
| Santri Nusantara Ziarah Auliya Dunia mencari jejak Imam Ghazali |
 |
| Kang Hakim Santri Peziarah Ulama Dunia |
|
|
#peaceleaderindonesia
#gusdurian
#santrinusantara
#islamnusantara
#santriittihadislami
#peaceleaderbogor
#peaceleadergointernational
#santrigointernational
#islamrahmatanlilalamin
#santriziarahauliyadunia
Komentar
Posting Komentar